Biografi Chairul Tanjung : Perjuangan menuju kesuksesan

Biografi Chairul Tanjung si Anak Singkong – Beliau adalah seorang sosok pengusaha yang mempunyai julukan anak singkong. Beliau merupakan seorang yang sangat gigih dalam mencapai tujuannya, dari mulai pedagang serabutan hingga menjadi MENKO Perekonomian.

Mungkin tidak hanya itu yang telah di capai oleh bapak Chairul. Beliau juga menjadi salah satu deretan orang terkaya di Indonesia nomor 6 pada tahun 2010. Selain itu, beliau juga menjadi bos dari CT Corp dan itu menjadi bisnis yang sampai sekarang terus berjalan lancar.

Tidak hanya sampai disitu, beliau juga mulai mengembangkan bisnisnya dalam bidang penyiaran. Dari CT Corp beliau mendirikan anak perusahaannya yang bernama Trans Corp. Trans Corp inilah anak perusahaan dari CT Corp yang beroperasi dalam bidang penyiaran.

Nah, sekilas tentang pencapaian nya itu, ternyata ada sebuah kisah perjalanan hidupnya yang bisa kita jadikan inspirasi.

Awal Kehidupan Cahirul Tanjung

Chairul tanjung

Chairul Tanjung – Seorang anak yang lahir di jakarta pada tahun 1962 tanggal 16 bulan Juni. Beliau adalah anak dari pasangan A.G Tanjung dan Halimah. Ayah Chairul Tanjung mempunyai profesi sebagai wartawan berita pada masa orde lama.

Sedangkan ibu Chairul Tanjung tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga di rumah. ibunya Chairul Tanjung ini berasal dari Cibadak, Jawa Barat, sedangkan Ayahnya berasal dari Sibolga, Sumatra Utara. Mereka berdua ini mempunyai 6 orang anak dan salah satunya yaitu Chairul Tanjung.

Pada masa orde Baru orde baru, usaha ayah Chairul Tanjung di tentang oleh pemerintah. Yang menjadi penyebab ditentangnya usaha ayah Chairul Tanjung ini adalah karena berbedanya pemikiran ayah Chairul Tanjung dengan pemerintah secara politik.

Dengan adanya perbedaan pendapat tentang politik antara pemerintah dan ayah Chairul Tanjung ini, membuat pemerintah melarang ayah Chairul Tanjung untuk melanjutkan usahanya dan memaksanya untuk tutup.

Setelah usaha ayah Chairul Tanjung ditutup, membuat keadaan keluarga mereka menjadi susah dan terpaksa ayahnya harus menjual rumah dan pindah ke losmen yang sempit. Dan itupun ditempati oleh seluruh keluarga Chairul Tanjung.

Karena ditutupnya usaha ayah Chairul Tanjung, membuat ayah Chairul Tanjung memutar otak untuk mencari usaha lain. Lalu akhirnya ayah Chairul Tanjung menjual rumah untuk di jadikan modal. namun tidak semua hasil menjual rumah dijadikan modal. sebagian untuk membeli losmen dan sebagian lagi untuk modal usaha lagi.

Riwayat Pendidikan Chairul Tanjung

Biografi Pendidikan Chairul Tanjung – Chairul Tanjung menempuh pendidikan Sekolah Dasarnya di SD Van Lith, Jakarta dan lulus SD pada tahun 1975. Setelah Lulus SD ia tidak langsung melanjutkan sekolah, namun ia cuti sekolah selama 3 tahun.

Setelah berhenti sekolah selama sekitar 3 tahun ia melanjutkan sekolahnya kembali di SMP Van Lith, Jakarta pada tahun 1978. Lalu setelah lulus SMP ia mendaftar di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta pada tahun 1981.

Tidak sampai SMA saja, ia juga melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia dan lulus Pada tahun 1987. Lalu setelah lulus dari fakultas kedokteran ia melanjutkan pendidikannya dalam bidang bisnis di Executive IPPM pada tahun 1993 sampai ia mendapatkan gelar MBA nya.

Karir Chairul Tanjung

Karir Chairul Tanjung

Setelah menyimak tentang tentang biografi si anak singkong, sekarang kita akan ulas tentang bagaimana karir nya, sejak kapan ia memulai bisnis, dan seperti apa perjuangannya dalam membangun bisnis.

Chairul Tanjung mulai tertarik dengan bisnis pada saat ia sudah kuliah. Pada saat ia kuliah ia pernah mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional.

Dari ketertarikan nya dalam dunia bisnis, ia pun kuliah sambil berjualan. Waktu kuliah ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan jasa foto kopi di kampusnya.

Semua yang dilakukannya itu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan kuliah nya dan dari berjualan itu sedikit demi sedikit ia belajar bisnis.

Beliau juga pernah mendirikan sebuah toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan senen, Jakarta pusat. Namun, usaha yang di lakukannya dalam membangun bisnisnya ini tidak berhasil dan usahanya bangkrut.

Lalu setelah lulus kuliah beliau mendirikan sebuah perusahaan bersama tiga rekannya pada tahun 1987. Perusahaan yang didirikan Chairul Tanjung dan rekan-rekannya ini mendapatkan modal dari bank EXIM sebanyak 150 juta.

Perusahaan ini memproduksi sepatu anak-anak untuk di ekspor. Dan kali ini nasib baik berpihak pada Chairul Tanjung, karena Perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu untuk dikirim ke Italia.

Setelah mendapat pesanan dari italia sebanyak itu, beliau dan rekan-rekannya berfikir untuk mengembangkan bisnisnya. Namun dikarenakan perbedaan visi, Chairul Tanjung memilih untuk berpisah dan mendirikan perusahaan sendiri.

Berkat keahlian nya sebagai pengusaha dan keahlian nya membangun jaringan, membuat bisnis yang dijalankan Chairul Tanjung berkembang pesat.

Sebagai pengusaha ia tidak hanya membidik satu bisnis saja, ia mengarahkan bisnisnya ke Konglomerasi atau bisa dibilang menyatukan beberapa bisnis menjadi satu kesatuan yang utuh.

Dengan cara seperti itu Chairul Tanjung mereposisikan dirinya pada tiga bisnis inti yaitu : Keuangan, Properti, dan Multimedia. Dan pada bidang keuangan, Chairul Tanjung mengambil alih Bank Karman yang sekarang menjadi Bank Mega.

Beliau menamai perusahaan yang berjalan pada 3 bidang tersebut dengan nama PARA GROUP. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai PARA inti Holdindo sebagai father holding company.

perusahaan tersebut membawahi beberapa Sub Holding, yakni PARA Global Investindo (bisnis keuangan), PARA Inti Investindo (media dan investasi), dan PARA Inti Properindo (Properti).

Di bawah PARA GROUP Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan finansial, antara lain yaitu Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Itu sebagian dari anak perusahaan PARA GROUP.

Lalu pada bidang properti, perusahaan beliau mempunyai beberapa anak perusahaan, antara lain yaitu : Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo.

Sementara pada bidang penyiaran dan multimedia, ada beberapa anak perusahaan PARA GROUP yang terkenal. Sebagian dari perusahaan itu antara lain yaitu : Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Lalu khusus pada bidang properti, PARA GROUP memiliki Bandung Supermall. Mal milik PARA GROUP ini memiliki luas 3 Hektar yang menghabiskan biaya pembangunan sebanyak Rp 99 milyar.

Peluncuran bandung Supermall ini menjadi Central Business District pada tahun 1999. Dan pada bidang investasi, PARA GROUP melalui anak perusahaannya membeli sebagian besar saham dari carrefour indonesia, yakni sejumlah 40 persen.

Pada tahun 2010 kekayaan Chairul Tanjung mencapai $1 miliar US Dollar dan mencatatkan nya sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan nomor urut 937 menurut majalah Forbes. Lalu tidak lama kemudian, sekitar 1 tahun setelah pencatatan itu, kekayaan beliau berlipat ganda menjadi $2,1 miliar US Dollar.

Pada tanggal 1 Desember 2011, PARA GROUP berubah nama menjadi CT Corp setelah diresmikan namanya oleh Chairul Tanjung. CT Corp sendiri memiliki 3 anak perusahaan yaitu : Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Tahun 2014, peringkat beliau di deretan orang terkaya di dunia meningkat ke peringkat 375 karena kekayaannya yang bertambah menjadi sebanyak $4 miliar US Dollar.

Gagasan cerdas Chairul Tanjung dalam membangun Bisnis

Pemikiran chairul tanjung

Dalam berbisnis ada beberapa hal yang perlu untuk di perhatikan, beberapa hal tersebut meliputi hal-hal berikut.

Pentingnya membangun jaringan Bisnis

Menurutnya, jaringan sangatlah penting dalam dunia bisnis. Membangun jaringan bisnis ini meliputi pada rekan atau partner kerja kita dalam berbisnis.

Selain itu, ketika kita membangun relasi dengan perusahaan, jangan hanya pada perusahaan yang sudah ternama saja, melainkan dengan perusahaan yang masih belum terkenal juga. Baginya sebuah pertemanan yang baik dapat membantu proses perkembangan bisnis yang kita bangun.

manfaat yang kita dapatkan dalam membangun jaringan dan relasi perusahaan adalah, ketika perusahaan kita dalam masa yang sulit kita dapat meminta bantuan kepada rekan kita. Bahkan kepada pengantar surat pun juga penting.

Investasi menurut Chairul Tanjung

Dalam dunia investasi, pak Chairul tidak hanya membidik multinasional saja, perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

Kerjasama dengan perusahaan multinasional baginya bukanlah suatu upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan salah satu usaha perusahaan nasional untuk bisa berdiri sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Hal penting penunjang kesuksesan

Salah satu hal yang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis adalah modal. Namun selain modal, dalam bisnis kita juga perlu adanya kemauan dan kerja keras. Baginya kerja keras adalah hal pokok yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin sukses.

Selain itu, mendapatkan mitra kerja yang handal juga hal yang perlu diperhatikan pula. Dimana membangun kepercayaan adalah hal yang sangat penting juga karena sama saja dengan kita membangun integritas. Maka di sinilah pentingnya membangun relasi dalam menjalankan bisnis.

Nasihat bagi generasi muda

Dalam bisnis, pak Chairul menyatakan bahwa generasi muda seharusnya sabar, tekun, dan mau menapaki tangga usaha satu demi satu. karena seperti yang ia bilang sebelumnya bahwa membangun bisnis perlu adanya kerja keras kemauan.

Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Dalam dunia bisnis itu diperlukan kesabaran dan tak pernah menyerah. Jangan mencari jalan pintas, karena dalam berbisnis tidak ada yang namanya jalan pintas.

Ketika kita ingin sukses maka kita perlu melalui sebuah proses, dan proses tidak akan mengkhianati hasil. salah satu proses tersebut adalah kesabaran, karena kesabaran tersebut merupakan salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.

Bagi pak Chairul, membangun integritas sangatlah penting. Mungkin wajar bila terkadang ketika seorang yang berusaha ingin segera mendapatkan hasilnya, karena itulah sifat manusiawi. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara lansung.

Pencapaian Cairul Tanjung

Beberapa pencapaian yang telah di capai oleh si anak singkong ini adalah :

PT Chairul Tanjung Corpora

adalah perusahaan yang didirikan oleh pak Chairul pada tahun 1987. Pada awal berdirinya, perusahaan ini bernama PT Para Inti Holdindo (Para Group). Perusahaannya ini membawahi beberapa perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Mega salah satunya.

Orang Terkaya Nomor 375 di Dunia

setelah bertahun tahun menjalankan bisnis, Chairul Tanjung berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia pada tahun 2010 pada urutan ke 937. Dan berselang 4 tahun, kekayaan beliau meningkat pesat dan menaikkan posisinya pada urutan ke 375 dalam daftar orang terkaya di dunia.

Menko Perekonomian

Pada 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk pak Chairul sebagai Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri.

Guru Besar

Berkat kepiawaiannya dalam dunia bisnis, pada 18 April 2015 Chairul Tanjung di angkat menjadi guru besar pada bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Setelah membaca biografi Si Anak SIngkong dan karir nya dalam dunia bisnis mungkin bisa kita jadikan sebagai inspirasi.

Referensi dari : Biografi Chairul tanjung Wikipedia

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: