Definisi Kredit, Syarat Kredit dan Jenisnya

Definisi Kredit, Syarat Kredit dan Jenisnya

Definisi Kredit – Kredit adalah fasilitas keuangan yang menyediakan pinjaman bagi seseorang atau badan usaha untuk modal atau membeli suatu barang dan membayarnya kembali pada tenggat waktu yang sudah di tentukan beserta dengan bunganya.

Definisi Kredit

Definisi Kredit

Beberapa ahli mempunyai definisi tersendiri tentang apa itu kredit. Dan berikut ini adalah definisi kredit dari beberapa ahli.

Rolling G. Thomas

Rolling G. Thomas, definisi kredit adalah kepercayaan atas kemampuan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang.

Amir R. Batubara

Amir R. Batubara, definisi kredit adalah pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang pada masa yang akan datang.

UU No. 10 tahun 1998

UU No. 10 tahun 1998 menyatakan bahwasanya definisi kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan tambahan bunga.

Setelah membahas tentang definisi kredit menurut para ahli, sekarang kita akan bahas tentang persyaratan pengajuan kredit.

Syarat pengajuan Kredit

Syarat Kredit

Berdasarkan aturan yang ada, biasanya ketika mengajukan kredit ada beberapa Syarat administrasi yang perlu dipenuhi sebelum mengajukan kredit. Syarat tersebut biasanya menyertakan beberapaa berkas guna diperikasa pihak bank.

Lalu setelah berkas lengkap, baru pihak bank melanjutkan proses pengajuan kredit ke tahap selanjutnya. Proses setelahnya yaitu menganalisis data yang diberikan pihak debitur kepada bank.

Syarat yang diminta pihak bank biasanya berbeda-beda tergantung banknya. Namun, yang umumnya diminta pihak bank yaitu:

Syarat Umum

  • Mengisi formulir Aplikasi, biasanya ketika kita mengajukan kredit kepada bank, maka kita akan diminta untuk mengisi form pengajuan kredit terlebih dahulu.
  • Fotokopi Identitas diri, biasanya meliputi (KTP, SIM atau paspor). dalam mengajukan kredit bank harus tahu siapa kita, jadi pihak bank meminta fotokopi identitas diri kita.
  • Fotokopi akta nikah, bagi yang sudah berkeluarga harus menyertakan akta nikah ketika mengajukan kredit.
  • Fotokopi kartu keluarga (KK) selain meminta identitas diri, bank juga meminta untuk menyertakan kartu keluarga.
  • Fotokopi buku tabungan bank juga meminta fotokopi buku tabungan kita beberapa bulan terakhir.

Syarat Khusus

Selain syarat umum, biasanya pada bank tertentu mempunyai persyaratan khusus yang lebih spesifik antara lain yaitu:

Syarat khusus menurut pekerjaan

Peagawai/Karyawan Swasta, meliputi:
  • Kartu pegawai (karpeg) serta tabungan dan asuransi pensiun (taspen) (fotokopi dan asli) untuk pegawai.
  • Slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan (bagi karyawan).
  • SK CPNS (fotokopi dan asli).
  • SK PNS.
  • SK kenaikan pangkat terahir (fotokopi dan asli).
  • SK kenaikan gaji berkala terahir (fotokopi dan asli).
  • Daftar gaji kolektif.
  • Surat keterangan perincian penghasilan.
Untuk Wirausaha, meliputi:
  • Fotokopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank mana pun selama 3-6 bulan terakhir.
  • Data keuangan lain, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan dan pembelian harian, serta data pembukuan lainnya.

Setelah membahas tentang definisi kredit menurut para ahli, sekarang kita akan bahas tentang persyaratan pengajuan kredit.

Setelah memenuhi persyaratan pengajuan kredit, tahapan selanjutnya adalah analisis kredit. analisis kredit ini adalah penentuan diterima atau tidak nya pengajuan kredit. Analisis ini biasanya meliputi hal-hal berikut:

Syarat Kredit berdasarkan prinsipnya

syarat diterimanya kredit

Ketika seseorang memberi hutang maka orang itu pasti mengharap uangnya kembali. Begitu pula dengan Bank, Ketika bank memberi pinjaman atau kredit, maka bank pun pasti mengharap uangnya kembali pula.

Oleh karena itu, untuk memperkecil risiko (uangnya tidak kembali, sebagai contoh), dalam memberikan kredit, bank harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan itikad baik (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) nasabah untuk melunasi kembali pinjaman beserta bunganya.

Lalu untuk persyaratan kredit, biasanya meliputi sebagian syarat-syarat berikut:

Syarat-syarat Kredit Prinsip 5C

Hal-hal tersebut terdiri dari Character (kepribadian), Capacity (kapasitas), Capital (modal), Collateral (jaminan), dan Condition of Economy (keadaan perekonomian), atau sering disebut sebagai Analisis 5C (Panca C).

Analisis 5C ini adalah hal yang akan di tinjau sebelum mengajukan kredit. Syarat-syarat tersebut antara lain yaitu:

Karakter (Character)

karakter (Character), maksudnya adalah bagaimana watak, sifat, dan kebiasaan debitur (pihak yang berutang) sangat mempengaruhi pada pemberian kredit. Kreditur (pihak pemberi utang) biasanya meneliti sebelum memberikan kredit terhadap seseorang yang akan mengajukan kredit.

Kemampuan(Capability)

Kemampuan (Capability) berhubungan dengan kemampuan seorang debitur untuk mengembalikan pinjaman. Biasanya kreditur mengukurnya dengan meneliti kemampuan debitur dalam bidang manajemen, keuangan, pemasaran, dan lain-lain.

Modal (Capital)

Modal (Capital), maksudnya adalah penerima kredit harus mempunyai modal sendiri dan berapa banyak modal yang ditanamkan debitur dalam usahanya, jika modalnya banyak maka pihak kreditur akan menilainya serius dalam berbisnis. Dan pemberian kredit ini hanya bertujuan untuk mendorong perkembangan usaha si debitur.

Jaminan (Collateral)

Jaminan (Collateral), ketika bank memberikan kredit maka harus ada jaminannya. Jaminan dibutuhkan untuk berjaga-jaga seandainya debitur tidak dapat mengembalikan pinjamannya. dan untuk jaminan nya sendiri biasanya lebih besar nilainya dari pada pinjaman tersebut.

Kondisi Ekonomi (Condition of Economy)

Kondisi Ekonomi (Condition of Economy), ketika bank memberi Kredit, bank juga meninjau Keadaan perekonomian di sekitar tempat tinggal calon debitur. Peninjauan ini guna memperhitungkan kondisi ekonomi yang akan terjadi pada masa mendatang.

Hal-hal yang ditinjau terkait dengan kondisi ekonomi antara lain masalah daya beli masyarakat, luas pasar, persaingan, perkembangan teknologi, bahan baku, pasar modal, dan lain sebagainya.

Syarat-syarat Kredit prinsip 5P

Selain persyaratan kredit dengan prinsip 5C, ada pula persyaratan kredit dengan prinsip 5P. Persyaratan kredit prinsip 5P ini antara lain yaitu:

  • Porty (pengelompokan)Biasanya sebelum diterimanya pengajuan kredit pihak bank akan mengelompokkan calon debitur menjadi beberapa kelompok sebelum di analisa lebih lanjut.
  • purpose (Tujuan) ini bertujuan untuk meneliti rencana penggunaan kredit oleh debitur.
  • Payment (Pembayaran), Pihak bank juga akan meneliti apakah pihak debitur dapat mengembalikan kreditnya.
  • Profitability (pendapatan), bank akan meneliti terkait dengan kemampuan calon debitur dalam memperoleh keuntungan perusahaannya.
  • Protection (Perlindungan), menjaga tingkat keamanan dukungan kredit

Syarat Kredit prinsip 3R

Syarat kredit menurut prinsip 3R yaitu:

  • Returns, kemampuan keberhasilan dari kredit yang diberikan
  • Repayment. kemampuan pembayaran kembali kredit yang dipinjam
  • Risk kemampuan peminjam dalam menanggung resiko ketidakmampuan mengembalikan kreditnya

Returns from the Investment (Pengembalian dari investasi)

Ini adalah ukuran penting dalam analisis kredit. Bankir perlu memiliki gagasan tentang tingkat pengembalian yang mungkin diperoleh dari usulan investasi. Permintaan kredit hanya dapat diterima bila peminjam dapat menghasilkan pengembalian yang akan memungkinkannya untuk mengatasi biaya.

Perhatian utama di sini adalah bahwa peminjam harus dapat menghasilkan pendapatan tambahan saat mereka memperoleh keuntungan tambahan dari dana pinjaman.

Repayment Capacity (Kapasitas pelunasan)

Ini berarti kemampuan peminjam untuk menghapus pinjaman yang diperoleh untuk keperluan produksi dalam waktu yang ditentukan oleh bank. Jumlah pinjaman mungkin cukup produktif untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi peminjam, namun mungkin tidak cukup produktif untuk melunasi pinjamannya.

Oleh karena itu, kondisi yang perlu di sini adalah bahwa pinjaman seharusnya tidak hanya menguntungkan tetapi juga berpotensi untuk mempengaruhi pembayaran kembali. Maka hanya peminjam yang memiliki poin menguntungkan di pihaknya.

Risk Bearing Ability (Kemampuan menahan resiko)

Ini adalah kemampuan peminjam untuk menahan risiko yang timbul akibat kerugian finansial. Resiko dapat diukur melalui teknik statistik seperti koefisien variasi, standar deviasi, model pemrograman dll.

Jenis-Jenis Kredit

Jenis Kredit

Pengajuan kredit biasanya bertujuan untuk mendapatkan modal usaha. Namun, cara mendapatkan modal usaha tanpa kredit sebenarnya ada banyak. Salah satunya dengan cara bagi hasil dengan investor. Kita juga bisa meminjam uang kepada kerabat atau kepada rekan.

Akan tetapi kebanyakan orang lebih suka untuk mengajukan kredit ke bank. Kredit lebih disukai orang karena prosesnya yang mudah dan pencairan uangnya pun tidak terlalu lama.

Beberapa fasilitas pinjaman uang yang biasanya disediakan pada bank di indonesia adalah fasilitas kredit dengan plafon (besaran uang yang di pinjamkan) tertentu. Debitur yang meminjam uang ke bank harus membayar cicilan dengan atau beserta bunga yang telah ditetapkan pihak bank.

Baca juga : Macam Macam riba

beberapa jenis kredit yang biasanya disediakan oleh bank antara lain yaitu:

Kredit berdasarkan Skema

Kredit Investasi

Kredit investasi adalah kredit jangka menengah dan jangka panjang untuk investasi barang atau modal. Kredit investasi ini biasanya seperti pembangunan pabrik, pembelian mesin, pembelian ruko/toko, renovasi pabrik/ruko/toko/kontrakan, dan sebagainya. Skema angsuran nya menurun dan efektif.

Kredit Modal Kerja

Kredit yang berjangka waktu pendek atau menengah ini diberikan untuk pembiayaan/pembelian bahan baku produksi. Skema angsuran nya tetap atau menurun dan efektif.

Kredit Konsumsi

Kredit yang diperuntukkan untuk perorangan ini biasanya digunakan untuk pembiayaan barang-barang pribadi seperti rumah (Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Pemilikan Apartemen), kendaraan (Kredit Kendaraan Bermotor), lain-lain seperti Kredit Tanpa Agunan, Kredit Multi guna, dll. Skema angsuran nya tetap dan flat.

Kredit Usaha tanpa Bunga dan Agunan

Kredit seperti ini hanya khusus untuk usaha kecil dan menengah. Kredit semacam ini sangat meringankan bagi pengusaha. Namun, tahapan seleksi pencairan nya sangat ketat, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema angsuran nya tetap atau menurun dan flat.

Kredit berdasarkan Waktu

Kredit Revolving

Kredit ini memiliki jangka waktu yang pendek (1 tahun) dan berulang-ulang (dapat diperpanjang). Salah satu contoh produk bank yang menggunakan kredit revolving adalah Kartu Kredit.

Kredit Non-Revolving

Kredit Non-Revolving ini adalah kebalikan dari kredit revolving yang memiliki jangka waktu panjang dan tidak dapat diperpanjang.

Manfaat Kredit

Dalam kredit kita juga bisa mengambil beberapa manfaatnya. Karena pada fasilitas kredit terdapat yang namanya simbiosis mutualisme atau bisa dibilang saling menguntungkan satu sama lain. Dan inilah beberapa manfaat kredit yang bisa kita ambil.

Manfaat bagi masyarakat

Mengurangi pengangguran

Melalui fasilitas kredit, Perusahaan dapat mengembangkan usahanya dan akhirnya bisa memperluas lapangan pekerjaan. Baik perusahaan yang berjalan pada bidang koperasi, bidang komersial, maupun usaha mikro.

Dari penggunaan fasilitas kredit tersebut banyak masyarakat yang akhirnya bisa bekerja karena banyak lapangan pekerjaan baru yang terbuka.

Meningkatkan Pembangunan Nasional

Pernyataan dari bank indonesia mengenai fungsi utamanya yaitu penyalur dana masyarakat memperjelas tujuannya sebagai penunjang pembangunan nasional dalam rangka pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, menuju kearah peningkatan kualitas hidup masyarakat banyak.

dari pernyataan tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa adanya penyaluran dana masyarakat (kredit) memperlancar pembangunan nasional.

Manfaat bagi bank

Bank menjalankan fungsinya

pada umumnya bank memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai agent of trust, agent of service dan agent of development. Dan Fasilitas kredit untuk masyarakat termasuk salah satu fungsi bank dalam lingkup agent of development.

Dengan fasilitas tersebut artinya bank memiliki fungsi sebagai lembaga yang mendukung perkembangan pembangunan nasional. Ketika bank telah mampu menyalurkan dana serta melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, berarti bank turut serta mendorong pembangunan nasional, bank sedang menjalankan fungsinya sebagai agent of development.

Reputasi

Konsep reputasi disini sangat sederhana. Jika ada seseorang atau teman yang Anda percaya menggunakan salah satu fasilitas kredit di suatu bank dan merasa puas, serta menyarankan Anda untuk menggunakan fasilitas kredit di bank tersebut, maka pasti Anda akan mempertimbangkan untuk menggunakan kredit itu juga.

Maka kesimpulannya adalah, ketika banyak orang yang mengajukan kredit pada suatu bank maka semakin baik pula reputasi bank tersebut.

Interest Income

Salah satu penghasilan bank yaitu interest income atau pendapatan bunga yang diterima melalui kredit. Jadi, ketika banyak yang mengajukan kredit maka penghasilan bank akan semakin banyak karena semakin banyak pula bunga yang didapatkan.

Manfaat bagi Debitur / Nasabah

Mengembangkan Usaha Debitur

Bagi debitur yang mempunyai usaha dan sedang menggunakan fasilitas kredit dari bank maka debitur juga mengambil manfaat dari kredit tersebut.

Dari kredit tersebut debitur dapat mempertahankan dan juga mengembangkan usahanya. Jika tanpa adanya kredit dari bank mungkin agak lama proses perkembangan usaha yang dimiliki debitur.

Memudahkan Debitur Memilih Bank yang Sesuai

Dalam ber wirausaha biasanya pemilik usaha pasti membutuhkan kredit dari bank untuk modal atau pun untuk mengembangkan usahanya. Nah, setiap pengusaha biasanya memiliki tabungan pada bank-bank yang menurut mereka bagus.

Jadi manfaatnya bagi debitur adalah mereka dapat memilih bank yang sesuai untuk mereka menabung dan mengajukan kredit.

Keuangan Debitur Terlindungi dan Aman

Ketika kita menaruh uang kita di bank maka uang kita akan aman. Lalu ketika kita membutuhkan uang untuk kebutuhan yang mendesak kita juga bisa mengajukan kredit ke bank. Jadi untuk masalah keuangan yang mendesak bank bisa membantu kebutuhan kita.

Ketika anda mengajukan kredit, anda tidak perlu khawatir Anda akan lupa membayar atau nominal tagihan Anda salah. Bank akan secara otomatis memproses kredit Anda dengan tepat. Hal ini akan membuat keuangan Anda lebih aman dan terlindungi dari berbagai macam risiko.

Sumber Referensi :

Finansialku
Wikipedia
Cermati
Ekonomi-Holic

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: