Doa Menerima Zakat (Beserta Artinya)

Doa menerima zakat sangat dianjurkan untuk dibaca ketika kita menerima zakat. dalam rukun Islam terdapat perintah untuk mengeluarkan zakat. Selain itu, dalam Al – Qur’an pun Allah berfirman bahwa kita patut mendoakan seseorang yang telah memberi kita zakat.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’amu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” [At-Taubah/9: 103]

Doa Menerima Zakat

Doa menerima zakat
Doa menerima zakat

Ketika kita menerima zakat dari seseorang alangkah baiknya jika mendoakan orang yang memberi kita zakat. Dalam Firman Allah pun telah dijelaskan bahwasanya kita dianjurkan untuk mendoakan orang yang telah memberi kita zakat.

Dan berikut ini adalah Doa untuk orang yang memberi kita Zakat:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
AAJAROKALLAAHU FIIMAA A’THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA WAJA’ALAHU LAKA THOHUURON

Artinya :
Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberimu berkah dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu.

Itulah bacaan doa ketika menerima zakat, baik itu zakat fitrah atau zakat mal. Doa diatas dapat Anda panjatkan saat menerima zakat mall dan/atau zakat fitrah.

Intinya, kita mendoakan terhadap orang yang memberi zakat (mengeluarkan zakat) agar supaya apa yang sudah ia kerjakan (kewajiban zakat) diberi pahala, berkah serta diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Baca juga : Macam-Macam Hadits

Beberapa Hadits tentang Membaca Doa saat Menerima Zakat

Hadits-tentang-zakat
Hadits-tentang-zakat

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu anhuma:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِصَدَقَةٍ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. وَإِنَّ أَبِي أَتَاهُ بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى.

“Jika sedekah (zakat) dibawa ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun berdo’a (yang artinya), ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada mereka.’ Ayahku pernah membawa sedekah (zakat)nya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa.” [1]

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan selainnya

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i, dari Wa-il bin Hujr Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a untuk seseorang yang memberikan unta yang bagus sebagai pembayaran zakat:

اَللّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ، وَفِي إِبِلِهِ.

‘Ya Allah, berikanlah keberkahan untuk dirinya dan unta-untanya.’
[2]

Mengutip dari perkataan imam asy-Syafi’i rahimahullah, “Sunnah hukumnya bagi seorang Imam -ketika mengambil zakat- untuk berdo’a bagi orang yang membayar zakat, seraya mengucapkan:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

‘Semoga Allah memberikan ganjaran atas apa yang engkau berikan dan memberikan keberkahan atas apa yang engkau sisakan.’
[3]

Hikmah Zakat Bagi Muzakki dan Mustahiq

Hikmah Zakat
Hikmah Zakat

Dari apa yang diperintahkan Allah dalam Firmannya dan dalam rukun Islam tentang menunaikan zakat, selain karena kewajiban kita juga mendapat hikmah dari perintah Allah tersebut.

Manfaat dari menunaikan Zakat tidak hanya untuk Muzakki saja, Mustahiq juga mendapat manfaat dari zakat yang diberikan oleh Muzakki, Diantaranya yaitu:

Manfaat bagi Muzakki

  1. Dari menunaikan zakat, secara tidak langsung kita di sadarkan bahwasanya harta yang kita miliki ini hanyalah milik Allah semata, kita hanyalah sebagai perantara. Jadi p intinya, harta yang ada pada kita ini hanyalah titipan dari Allah SWT, dan ketika Allah memerintahkan untuk berzakat, maka sudah sepatutnya untuk kita menaatinya.
  2. Perintah zakat bertujuan untuk membersihkan diri kita dari sifat tamak akan harta. Karena sesungguhnya harta yang kita miliki ini hanyalah sementara.
  3. Membersihkan harta kita dari sifat kekhilafan yang kita lakukan saat mendapatkan harta kita.

Manfaat bagi Mustahiq

  1. Zakat yang diterima dari muzakki dapat meringankan beban ekonomi yang dialami oleh mustahiq.
  2. Dari zakat yang telah dilaksanakan oleh muzakki, sama saja telah menghindarkan mustahiq dari perbuatan jahat karena salah dalam menyikapi hidup.
  3. Dari zakat yang diberikan oleh muzakki kepada mustahiq memungkinkan mereka untuk mengubah keadaan mereka menjadi lebih baik dengan modal dari zakat yang diterimanya.
  4. Berkat zakat yang diterima dari muzakki, maka dapat mempersempit kemungkinan terjadinya kesenjangan sosial atau bisa dibilang menghilangkan perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. Karena memang pada hakikatnya derajat manusia adalah sama di hadapan Allah SWT.
  5. Dengan adanya zakat maka dapat mempererat tali silaturahmi antara sesama muslim. Mempererat persaudaraan si kaya dengan si miskin begitu pula sebaliknya.
Manfaat Zakat
Manfaat Zakat

Selain muzakki dan mustahiq yang mendapat manfaatnya, Masyarakat banyak juga mendapat manfaat dari zakat. Dengan kita menunaikan zakat, maka kita memberikan suri teladan yang baik.

Selain itu, kita juga menumbuhkan rasa kesetiakawanan, gotong royong, serta saling membantu antar sesama makhluk sosial. Dengan zakat kita juga menebar rasa kasih sayang terhadap sesama sehingga kehidupan di dalam masyarakat dapat berjalan harmonis dan damai.

Baca juga : Hikmah Zakat

________________________________________________

Catatan Kaki

Beberapa hadits diatas diambil dari beberapa rujukan, diantaranya yaitu:

  • [1] Al-Bukhari: Kitab az-Zakaah, bab Shalaatil Imaam wa Du’aa-ihi li Shaahibish Shadaqah wa Qaulih:
  • Muslim : Kitab az-Zakaah, bab ad-Du’aa’ li Man Ataa bi Shadaqah (II/756, no. 176).
  • Ibnu Majah: Kitab az-Zakaah, bab Maa Yuqaal ‘inda Ikhraajiz Zakaah (I/572, no. 1796).
  • An-Nasa-i: Kitab az-Zakaah, bab Shalaatil Imaam ‘ala Shaahibish Shadaqah (V/ 31, no. 2459).
  • Abu Dawud: Kitab az-Zakaah, bab Du’aa-il Mushaddiq li Ahlish Shadaqah (II/ 246-247, no. 1590).
  • [2]. HR. An-Nasa-i: Kitab az-Zakaah, bab al-Jam’i bainal Mutafarriq wat Tafriiq ba-inal Mujtama’ (V/30, no. 2458).
  • [3]. Diriwayatkan oleh: Ibnu Majah secara ringkas: Kitab az-Zakaah, bab Man Ista-faada Maalan (no. 1792). Disebutkan dalam az-Zawaa-id, “Sanadnya dha’if karena lemahnya Haritsah bin Muhammad.” (I/ 571).

Sumber referensi :

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: