Hikmah Zakat serta Ayat tentang Zakat

Selain karena kewajiban, zakat juga memiliki beberapa hikmah. Rukun Islam yang keempat pun tentang perintah zakat. Dalam Al-Qur’an, perintah menunaikan zakat hampir selalu berbarengan dengan perintah shalat. Hal tersebut menegaskan bahwa kedudukan zakat yang tidak kalah penting dengan shalat.

Ayat-Ayat tentang perintah Zakat

Ayat-Ayat tentang zakat

Beberapa firman Allah dalam ayat Al-Qur’an tentang perintah menunaikan zakat antara lain yaitu:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah : 43)

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 110)

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رَٰكِعُونَ

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Ma’idah : 55)

Dari beberapa ayat di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa harta yang ada pada kita saat ini terdapat hak orang lain yang harus diberikan kepada penerima hak tersebut. Dengan kata lain kita diperintahkan untuk memberikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat.

Jadi, ketika seorang Muslim telah memiliki harta dengan jumlah tertentu (nishab) sesuai dengan ketentuan dan waktu tertentu (haul) maka tak ayal zakat merupakan kewajiban.

Hikmah Zakat

Hikmah zakat
sumber : abiummi.com

Dalam menunaikan zakat, kita tidak hanya menggugurkan kewajiban saja. Namun, kita juga mendapat hikmah dari menunaikan zakat, hikmah zakat tersebut diantaranya yaitu:

  1. Menolong orang; Agar orang miskin dan/atau yang kurang mampu dapat menunaikan kewajibannya kepada Allah dan terhadap makhluk-Nya, maka kita sebagai orang yang sudah memenuhi kriteria dalam berzakat harus menolongnya dengan cara memberinya zakat.
  2. Menghilangkan akhlak yang buruk; Dengan berzakat, sama saja kita menghilangkan akhlak buruk yang terdapat pada diri kita sedikit demi sedikit.
  3. Pembersih harta; Harta yang kita dapatkan di dunia tentu masih terdapat hak orang lain dan mungkin masih ada sedikit dosa di harta kita. Maka dari itu kita wajib menunaikan zakat agar harta kita bersih.
  4. Ungkapan rasa Syukur; Ketika kita mendapatkan rezeki atau pun nikmat dari Allah, sedikit maupun banyak, maka sepatutnya kita wajib bersyukur kepadanya. Salah satu cara bersyukur kepada allah yaitu dengan menunaikan zakat. Selain menggugurkan kewajiban, kita juga mendapatkan hikmah dari menunaikan zakat.
  5. Dukungan moral; Salah satu yang berhak menerima zakat yaitu Mualaf. Ketika seorang yang pertama kali masuk islam biasanya akan mendapat banyak dukungan moral dari sesama umat islam, salah satu contoh dukungan moral dari sesama umat islam yaitu dengan memberinya zakat.
  6. Mencegah timbulnya kejahatan; Dengan menunaikan zakat, maka kita membantu mencegah terjadinya kejahatan yang mungkin timbul dari mereka yang mengalami kelemahan ekonomi.
  7. Mempererat Silaturahmi; Memberikan zakat dapat menghindari kesenjangan sosial antara orang miskin dan orang kaya. Selain itu, dengan memberikan zakat kita dapat mempererat tali persaudaraan terhadap sesama muslim.

Baca juga :

Macam-Macam Hadits

Orang-Orang yang di wajibkan membayar Zakat

Orang yang berhak menerima zakat
sumber : liputan6.com

Secara bahasa Zakat berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang. Sementara itu, dalam ajaran Islam, zakat berarti suatu pemberian yang berasal dari jenis harta atau ukuran tertentu yang kemudian di sedekah kan.

Maka, zakat dapat didefinisikan sebagai harta yang dimiliki seseorang kemudian di sedekah kan kepada golongan yang berhak mendapatkannya atau tidak mampu.

Sebagai rukun Islam yang keempat, zakat menjadi wajib dijalankan bagi umat muslim di seluruh dunia. Akan tetapi tidak semua umat Islam wajib membayar zakat.

Lalu siapa sajakah yang di wajibkan untuk membayar zakat?

Berikut ini adalah beberapa orang yang diwajibkan untuk membayar zakat, diantaranya yaitu:

1. Beragama Islam

Bagi seorang muslim, Zakat wajib hukum nya ketika ketika dia sudah dianggap mampu dan hartanya tidak kurang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Setelah seseorang mengucap 2 kalimat syahadat, maka kewajiban zakat sudah bisa dibebankan kepadanya. Dalam agama islam, ketika kita menunaikan zakat maka dapat membersihkan harta kita serta mempererat tali persaudaraan terhadap sesama muslim.

Kita juga dapat meringankan beban seseorang yang sedang tertimpa kemalangan dengan memberinya zakat.

2. Berakal dan Baligh

Seorang muslim yang sudah Baligh dan berakal sehat sudah diwajibkan untuk membayar zakat. Jadi ketika ada seorang muslim yang masih belum cukup umur tidak akan di bebankan untuk membayar zakat. Begitu pula dengan seorang muslim yang mempunyai gangguan mental atau gangguan kejiwaan.

Dalam hal ini, Kewajiban untuk mengeluarkan zakat di bebankan kepada wali yang mengelola harta mereka.

Orang yang merdeka

Bagi seorang muslim yang masih belum merdeka atau bisa disebut sebagai seorang budak tidak diwajibkan untuk membayar zakat. Namun, bagi seorang muslim yang sudah merdeka maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakat.

Dalam hal ini seorang muslim (orang yang sudah merdeka) diwajibkan untuk membayar zakat karena tidak sedang menanggung hutang yang memberatkan dan tidak memiliki kendala dalam pengelolaan harta mereka.

Memiliki Kelebihan Harta atau sudah mencapai Nishab

Dalam agama Islam telah di tetapkan Nishab atau batas sebuah kepemilikan harta. Jadi, ketika seorang muslim memiliki harta sudah mencapai Nishab atau lebih, dia akan dikenakan wajib zakat.

Nishab memiliki beberapa syarat yang harus tercapai, diantaranya yaitu:

  • Harta tersebut bukan merupakan kebutuhan pokok yang termasuk dalam sandang, pangan, papan, serta kendaraan, serta alat yang digunakan untuk menafkahi dirinya.
  • Harta tersebut telah dimilikinya dalam kurun waktu satu tahun.
  • Seseorang yang Memiliki Hartanya Secara Penuh dan Diperoleh dengan Cara Halal.
  • Termasuk orang yang wajib membayar zakat.
  • Apabila seseorang memiliki harta secara penuh, bisa menikmatinya, dan tidak menyangkut hak-hak orang lain, maka ia wajib berzakat.

Zakat bagi yang mempunyai Hutang

Adapun orang yang memiliki tanggungan utang, para ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat dalam mazhab Syafi’i, tanggungan utang walaupun banyak tidak dapat mencegah kewajiban zakat.

Sedangkan menurut mazhab Hanbali, kewajiban zakat gugur ketika seseorang memiliki utang yang disitu ia tidak bisa melunasi nya kecuali dengan harta yang dizakati; tidak ada harta lain di luar kebutuhan pokok (sandang, pangan dan papan) yang bisa digunakan untuk melunasi nya; atau jika pelunasan utang tersebut dilakukan bisa mengurangi ukuran nishab

Namun, beberapa ulama beranggapan, seseorang yang terlibat hutang dan perlu menghabiskan seluruh harta yang dimiliki untuk membayarnya, maka ia tidak wajib untuk berzakat.

Hal ini disebabkan karena syarat wajib zakat adalah harus tetap memiliki sejumlah harta guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harta yang dizakati juga haruslah dimiliki dengan cara yang halal, karena Allah hanya menerima sesuatu yang diperoleh dengan cara yang benar dan halal.

Sumber referensi :
ZAKAT
KITA BISA

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: