Macam Macam Riba beserta Hukum dan Penjelasannya

Macam macam Riba – Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti selalu berhubungan dengan yang namanya kegiatan perekonomian, entah itu jual beli atau hutang piutang. Namun terkadang secara tidak sadar, kita berhubungan dengan yang namanya riba.

Akan tetapi terkadang banyak masyarakat yang tidak tahu kalau ada beberapa hal yang termasuk perbuatan riba.

Lalu, Riba itu apa sih?

Pengertian Riba

Riba adalah sebuah penetapan pengembalian yang dilebihkan pada saat pengembalian dengan presentasi tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang ditanggung oleh peminjam. Dan secara bahasa, Riba berarti Ziyadah (Tambahan).

Dan dalam pengertian lain menurut para peneliti, riba juga berarti tumbuh membesar. Sedangkan secara istilah riba berarti pengembalian tambahan dari harta pokok atau modal yang diambil secara batil.

Meskipun ada beberapa pendapat tentang riba, namun pada semua pendapat tersebut banyak keterkaitan antara satu dan yang lainnya. Jadi dari semua pendapat yang ada, diambil kesimpulan bahwa riba itu pengambilan tambahan.

Yang dimaksud dengan pengambilan tambahan disini adalah pengembalian yang tidak sesuai dengan modal atau pinjaman. Dan itu terjadi tidak hanya pada transaksi hutang piutang saja, riba juga terjadi pada transaksi jual beli.

Prinsip seperti itu sangat tidak sesuai dengan prinsip muamalat dalam islam dan itu hal yang di anggap batil atau tidak benar.

Penyebab Haramnya Riba

  • Adanya Nash Al-Qur’an dan hadits dangan jelas mengharamkannya
  • Merugikan karena dengan jelas riba menghendaki pengembalian harta orang dengan tidak ada imbang nya sama sekali.
  • Memutus hubungan Secara tidak langsung, pelaku riba dapat memutus hubungan silaturahim antara pemberi hutang dan yang berhutang.
  • Mencerobohi Kehormatan dengan kata lain menghilangkan kehormatan diri sendiri dikarenakan adanya pengambilan yang tidak seimbang tanpa adanya penukaran.
  • Merugikan dan menyengsarakan orang dikarenakan beban yang semakin bertambah saat jatuh tempo pembayaran.
  • Terhina di hadapan semua makhluk ketiak kita di bangkitkan di hari akhir maka seseorang pemakan riba akan terhina dihadapan semua makhluk.
  • Semakin terpuruk ketika seseorang sedang punya kesulitan dalam keuangan lalu memilih untuk berhutang meskipun terdapat unsur riba, maka akan semakin terpuruk kondisi yang dialaminya ketika tidak bisa membayar pada saat jatuh tempo.

Macam – Macam Riba

Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua, yaitu riba utang-piutang dan riba jual-beli. Riba utang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliah, sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi’ah.

Ada berapakah jenis riba itu?

Berikut macam macam riba :

  1. Riba Qardh Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap kreditur (muqtaridh).
  2. Riba Jahiliyyah Utang dibayar lebih dari pokoknya, karena kreditur tidak mampu membayar utangnya pada waktu jatuh tempo.
  3. Riba Fadhl Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.
  4. Riba Nasi’ah Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.
  5. Riba Yad Adalah riba yang diakibatkan oleh adanya kegiatan pertukaran ribawi atau jual beli ataupun bukan ribawi yang dimana ada perbedaan di nilai transaksinya jika serah terima salah satu atau keduanya dilakukan di kemudian hari.

Penjabaran lengkap jenis jenis riba dan contohnya

  • Riba Fadhli

Adalah riba yang terjadi karena adanya tindakan jual beli atau pertukaran barang ribawi yang sejenis tapi berbeda takaran atau kadarnya.

Contohnya :
3 kg gandum dengan kualitas baik ditukar dengan 4 kg gandum berkualitas buruk atau yang sudah berkutu

  • Riba Qardhin

Atau yang dikenal juga dengan nama Riba qardh adalah riba yang dihasilkan oleh tambahan untuk pengembalian atas pokok pinjaman yang disyaratkan di depan oleh pemberi pinjaman kepada pihak debitur. Tambahan tersebut menjadi keuntungan yang diperoleh pihak kreditur.

contohnya :
Angga memberikan pinjaman dana tunai pada Andi sebasar Rp 1.000.000 dan wajib mengembalikan pokok pinjaman dengan bunga sebesar Rp 1.500.000 pada saat jatuh tempo dan kelebihan dana pengembalian ini tidak dijelaskan tujuannya untuk apa.

  • Riba Yad

Adalah riba yang diakibatkan oleh adanya kegiatan pertukaran ribawi atau jual beli ataupun bukan ribawi yang dimana ada perbedaan di nilai transaksinya jika serah terima salah satu atau keduanya dilakukan di kemudian hari.

Contohnya :
Messi dan Ronaldo sedang melakukan transaksi jual beli mobil, Messi memberikan penawaran mobilnya kepada Ronaldo dengan harga Rp 80.000.000, apabila dibeli secara tunai, tapi jika secara kredit atau cicilan, harganya menjadi sebesar Rp 95.000.000 dan hingga sampai akhir transaksi tidak adanya keputusan mengenai harga.

  • Riba Nasi’ah

Riba nasi’ah adalah merupakan salah satu jenis dari macam macam riba yang diakibatkan oleh jual beli atau pertukaran barang ribawi yang tidak sejenis dan dilakukan secara hutang (jatuh tempo) dengan adanya tambahan nilai transaksi oleh perbedaan atau penangguhan waktu transaksi.

Contohnya :
Fahri meminjam dana kepada Juki sebesar Rp 300.000 dengan jangka waktu atau tenor selama 1 bulan, apabila pengembalian dilakukan lebih dari satu bulan, maka cicilan pembayaran ditambah sebesar Rp 3.000

  • Riba Dain (jahiliyah)

Adalah jenis riba yang disebabkan karena utang yang dibayarkan lebih tinggi daripada pokok hutang, sehingga menyebabkan si peminjam uang tidak mampu membayar atau melunasi hutangnya setelah jatuh tempo.

Ketidakmampuan mengembalikan hutang oleh si peminjam lalu dimanfaatkan oleh si pemberi pinjaman untuk meraup keuntungan.

Mengembalikan pinjaman uang dengan jumlah yang lebih tinggi dari yang dipinjam adalah bentuk riba pada umumnya yang paling sering terjadi disekitar kita.

Penyebab terjadinya Riba

  • Tidak sama nilainya
  • Tidak sama nilai ukurannya menurut syara’ baik timbangan, takaran atau pun ukuran
  • Tidak tunai di majlis akad

Dampak Riba terhadap Ekonomi

Riba (bunga) menahan pertumbuhan ekonomi dan membahayakan kesejahteraan di muka bumi ini. Bisa dilihat dan dirasakan di Indonesia sendiri dengan adanya riba banyak terjadi distrosi yang sangat berpengaruh terhadap keadaan ekonomi di negeri ini seperti inflasi, pengangguran, distribusi kekayaan yang tidak merata dan resersi.

Sehingga pengembangan harta hanya terjadi pada para pengusaha dan hartawan, padahal mereka hanya sebagian kecil dari seluruh anggota masyarakat, dan daya beli mereka pada hasil-hasil produksi pun juga kecil.

Pada waktu yang bersamaan, pendapatan kaum buruh sangat kecil dan minim. Maka daya beli kebanyakan anggota masyarakat pun kecil.

Hal ini merupakan masalah penting dalam ekonomi, yakni siklus-siklus ekonomi. Jika hal  ini terus berulang maka akan menimbulkan krisis ekonomi.

Para ahli ekonomi pun berpendapat bahwa salah satu penyebab utama krisis ekonomi adalah bunga yang dibayar sebagai peminjaman modal atau dengan singkat biasa kita sebut riba.

Riba menimbulkan over produksi dan membuat daya beli sebagian masyarakat lemah, sehingga persediaan jasa dan barang semakin tertimbun.

Akibatnya perusahaan macet karena produksinya tidak laku, dampaknya perusahaan mengurangi tenaga kerja untuk menghindari kerugian yang lebih besar sehingga bertambahlah pengangguran di negeri ini.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian tentang riba yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa :

  • Riba adalah suatu akad atau transaksi atas barang yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut syariat atau dengan menunda penyerahan kedua barang yang menjadi objek akad atau salah satunya.
  • Cara untuk menghindari riba adalah dengan berpuasa, menerapakan prinsip bagi hasil, wadiah, mudarabah, syirkah, murabahah, dan qard hasan.
  • Prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah memberikan nisbah tertentu pada deposannya, maka yang dibagi adalah keuntungan dari yang di dapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  • Sedangkan bunga bank, ditetapkannya akad di awal jadi ketika nasabah sudah menginvestasikan uangnya pada bank dengan tingkat suku bunga tertentu, maka akan dapat diketahui hasilnya dengan pasti.
  • Berekonomi secara syariah dapat mengatasi kemiskinan.
  • Berekonomi dengan menggunakan riba akan menimbulkan kerusakan dan kemadharatan di muka bumi ini.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: